Followers

Saturday, October 2, 2010

PERBANDINGAN PANAS API NERAKA


Dikisahkan bahwa Allah pernah mengutus Malaikat Jibril untuk menemui Malaikat Malik. Jibril mendapat tugas untuk meminta api dari malaikat penjaga neraka ini. Kelak, api ini akan dimanfaatkan oleh Adam dan anak cucunya untuk berbagai keperluan, misalnya memasak.Setelah mendengar keperluan Jibril, bertanyalah malaikat Malik, “Saudaraku Jibril, berapa banyak api yang akan kau ambil?”

Tidak banyak. Hanya sebesar kurma.”“Jika kuberikan api sebesar itu, niscaya tujuh lapis langit dan bumi akan hancur karena tidak sanggup menahan panasnya.”Kalau begitu, separuh buah kurma saja.”“Dengan separuh buah kurma saja, langit tidak akan sanggup menurunkan hujan walau hanya setetes. Akibatnya, tanaman akan musnah.”

Bingung dengan kadar api yang diperlukan, malaikat Jibril kembali menghadap kepada Allah. Jibril meminta petunjuk Allah SWT seberapa besar api yang harus diambil.

“Cukup ambil sebesar biji sawi saja.” Demikian Allah memberikan petunjuk kepada Jibril.Kali ini, Jibril yakin tidak mungkin salah lagi. Kemudian, Jibril datang menemui Malaikat Malik seraya menjelaskan kadar api neraka yang diambilnya. Selanjutnya, api itu dibasuh terlebih dahulu di tujuh puluh sungai yang ada di surge. Sesudah itu, Jibril membawa api itu kepada Adam, kemudian meletakkannya di puncak sebuah gunung yang sangat tinggi. Gunung tersebut langsung meleleh, dan api yang tersisa tinggal sedikit. Sisa api itulah yang dimanfaatkan oleh seluruh umat manusia sampai sekarang.

HUKUM MENGOLEKSI PATUNG


Islam mengharamkan patung dan semua gambar yang bertubuh,seperti patung manusia dan binatang. Tingkat keharaman ituakan bertambah bila patung tersebut merupakan bentuk orangyang diagungkan, semisal raja, Nabi, Al Masih, atau Maryam;atau berbentuk sesembahan para penyembah berhala, semisalsapi bagi orang Hindu. Maka yang demikian itu tingkatkeharamannya semakin kuat sehingga kadang-kadang sampai padatingkat kafir atau mendekati kekafiran, dan orang yangmenghalalkannya dianggap kafir.
Islam sangat menaruh perhatian dalam memelihara tauhid, dansemua hal yang akan bersentuhan dengan aqidah tauhid ditutuprapat-rapat.

Sebagian orang berkata, “Pendapat seperti ini berlaku hanyapada zaman berhala dan penyembahan berhala, adapun sekarangtidak ada lagi berhala dan penyembah berhala.” Ucapan initidak benar, karena pada zaman kita sekarang ini masih adaorang yang menyembah berhala dan menyembah sapi ataubinatang lainnya. Mengapa kita mengingkari kenyataan ini?Bahkan di Eropa banyak kita jumpai orang yang tidak sekadarmenyembah berhala. Anda akan menyaksikan bahwa pada erateknologi canggih ini mereka masih menggantungkan sesuatupada tapal kudanya misalnya, atau pada kendaraannya sebagaitangkal.

Manusia pada setiap zaman selalu saja ada yang mempercayaikhurafat. Dan kelemahan akal manusia kadang-kadangmenyebabkan mereka menerima sesuatu yang tidak benar,sehingga orang yang mengaku berperadaban dan cendekia pundapat terjatuh ke dalam lembah kebatilan, yang sebenarnyahal ini tidak dapat diterima oleh akal orang buta hurufsekalipun.
Islam jauh-jauh telah mengantisipasi hal itu sehinggamengharamkan segala sesuatu yang dapat menggiring kebiasaantersebut kepada sikap keberhalaan, atau yang didalamnyamengandung unsur-unsur keberhalaan. Karena itulah Islammengharamkan patung. Dan patung-patung pemuka Mesir tempodulu termasuk ke dalam jenis ini.
Bahkan ada orang yang menggantungkan patung-patung tersebutuntuk jimat, seperti memasang kepala “naqratiti” ataulainnya untuk menangkal hasad, jin, atau ‘ain. Dengandemikian, keharamannya menjadi berlipat ganda karenabergabung antara haramnya jimat dan haramnya patung.

Kesimpulannya, patung itu tidak diperbolehkan (haram),kecuali patung (boneka) untuk permainan anak-anak kecil, dansetiap muslim wajib menjauhinya.


Thursday, September 30, 2010

DESTINASI ROH MANUSIA


Abu Bakar r.a telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, maka berkata Abu Bakar r.a : “Ruh itu menuju ke tujuh tempat” :-

Roh para nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin.
Roh para ulama menuju ke syurga Firdaus.
Roh para mereka yang berbahagia menuju ke syurga Illiyyina.
Roh para syuhadaa berterbangan seperti burung disyurga sekehendak mereka.
Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.
Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahawa : “Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah” :-

Orang-orang yang mati syahid.
Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.
Orang yang puasa hari Arafah.

SEDEKAH


"Bandingan (derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi meliputi ilmu pengetahuanNya." (Al- Baqarah ayat 261)

Wahai orang yang beriman! Belanjakanlah pada jalan Allah sebahagian daripada hasil usaha kamu yang baik dan sebahagian daripada apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat, padahal kamu sendiri tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu kalau diberikan kepada kamu, kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi sentiasa terpuji.” (Al-Baqarah ayat 267)

“Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya Tuhan-Ku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya antara hamba-Nya dan Ia juga yang menyempitkan baginya, dan apa saja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya dan Dia sebaik-baik pemberi rezeki” (Saba’ ayat 39).

“Sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api” (Hadis Riwayat At Tirmidzi)